Denpasar, Humas DPRD - Komisi II dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar menggelar rapat kerja bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar, Rabu (4/2/2026), di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja pariwisata tahun 2025 sekaligus pemaparan program kerja Dispar tahun 2026.
Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, mengapresiasi capaian kinerja Dinas Pariwisata selama tahun 2025. Namun ia menekankan bahwa sektor pariwisata sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti keamanan, stabilitas politik, serta kondisi ekonomi nasional dan internasional.
Menurut Sutama, meskipun secara umum pemberitaan di media menunjukkan tingginya kunjungan wisatawan ke Bali, namun indikator hunian hotel dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu terus diperkuat. Komisi II yang membidangi anggaran, kata dia, akan terus mendorong seluruh OPD terkait agar melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata.
Kadispar Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, dalam memaparkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 2.051.927 orang, terdiri dari 558.521 wisatawan mancanegara dan 1.493.406 wisatawan domestik. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,51 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.126.670 kunjungan.
Rata-rata lama tinggal wisatawan juga mengalami penurunan. Pada tahun 2025, rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara tercatat 5,14 hari dan wisatawan domestik 4,24 hari. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024, masing-masing 9,28 hari untuk wisatawan asing dan 5,42 hari untuk wisatawan domestik. Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisatawan tahun 2025 yakni Rp2.303.713 per hari (mancanegara) dan Rp1.428.221 per hari (domestik).
“Capaian dari 2024 ke 2025 memang menunjukkan adanya beberapa penurunan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Denpasar, tetapi hampir di seluruh kabupaten di Bali, termasuk Kabupaten Badung,” ujar Riyastiti.
Ia juga menyampaikan, pada tahun 2025 Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengelola anggaran sebesar Rp34.270.073.199 dengan realisasi fisik mencapai 99,42 persen dan realisasi keuangan 95,29 persen. Sementara untuk tahun 2026, pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp33.408.772.148 atau mengalami penurunan sebesar 2,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Terkait program kerja tahun 2026, Riyastiti menjelaskan bahwa fokus utama diarahkan pada penguatan daya saing pariwisata Kota Denpasar yang berkelanjutan.
Di sektor destinasi, program difokuskan pada peningkatan daya tarik dan kualitas pengalaman wisatawan melalui kegiatan Momen Pesona Akhir Tahun, pelatihan kusir dan layanan dokar hias, penyusunan masterplan penataan Pantai Padang Galak, serta penguatan sinergi dengan pelaku usaha pariwisata.
“Sementara di bidang ekonomi kreatif, program diarahkan pada penyusunan naskah ekonomi kreatif, pendampingan HKI, pelaksanaan creative event, serta rangkaian D’Youth Festival,” paparnya.
Sumber : Media Pos Bali
Editor : Humas DPRD Kota Denpasar