Informasi Pariwisata yang ada di Kota Denpasar
Pilih salah satu dari kategori untuk melihat Pariwisata Kota Denpasar sesuai dengan kategori yang dipilih. Klik tombol "Lihat detail" untuk melihat informasi lebih lanjut.
Kota Denpasar juga memiliki Tukad Badung yang tak
kalah cantiknya. Bahkan menjadi salah satu ikon wisata bagi masyarakat
Kota Denpasar khususnya wisata malam hari. Tukad Badung berubah menjadi sungai
yang cantik dan layak menjadi tempat wisata tidak terlepas dari penataan yang
dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Tukad Badung yang berlokasi di antara Pasar
Badung dan Pasar Kumbasari jika dilihat beberapa tahun yang lalu hanyalah
sungai yang membelah jantung Kota Denpasar. Bahkan airnya kotor dan
tidak dikengkapi dengan fasilitas. Tukad Badung kini sudah berubah ditata indah
dan cantik sehingga cocok untuk tempat bersantai. selain digunakan sebagai
untuk tempat bersantai sore hari, Tukad Badung juga menjadi tempat foto
yang instagramable. Untuk aktivitas foto ini sebaiknya dilakukan pada malam
hari karena didukung oleh lampu warna-warni yang sepanjang malam menyala. Tukad
Badung juga dilengkapi dengan beberapa pancoran dan air mancur yang
dipasang di sisi-sisi jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari kian
memperindah suasananya. Bagi penggemar olahraga jogging masyarakat Kota
Denpasar bisa mencoba sensasi jogging di pinggir Tukad Badung yang memiliki
fasilitas jogging track yang panjangnya mencapai 120 meter. Waktu terbaik untuk
berkunjung ke Tukad Badung adalah malam hari. Selain tidak terlalu panas
kecantikan bantaran Tukad Badung sebagai sungai tercantik di Kota Denpasar akan
lebih terlihat di malam hari.
Pemerintah Kota Denpasar, Bali terus melakukan penataan kota agar menjadi bersih dan indah, antara lain, dengan membuat lukisan tembok atau mural pada sejumlah tempat. Salah satu kawasan yang sudah mengembangkan mural adalah di Desa Dauh Puri Klod. Wilayah dan gang yang sudah ditata adalah Jalan Serma Made Pil, Jalan Serma Mendra, dan Jalan Teuku Umar Gang Rajawali. Tujuan dari kegiatan ini yaitu menjadi ajang tujuan wisata baru di tengah kota dan dimaksimalkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran.
Pemerintahan Kota Denpasar meluncurkan taman lalu lintas di lapangan Lumintang Denpasar. Taman lalu lintas ini diresmikan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar, I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, bersama Sekda Kota Denpasar, A.A. Ngurah Rai Iswara, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Djoko Hari Utomo, serta Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Gde Astika. taman lalu lintas ini memenuhi aspek- aspek lalu lintas sebagai media pendidikan dari tingkat awal yakni, PAUD, TK, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Taman ini dilengkapi miniatur rambu-rambu lalu lintas, halte bus, zebra cross dan tempat duduk dengan pohon perindang. Diharapkan taman ini dapat sebagai tempat rekreasi di Kota Denpasar, serta dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya di Kota Denpasar.
Pasar Agung Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin Kecamatan Denpasar Utara, menjadi salah satu pasar tradisional yang dikelola secara modern di Kota Denpasar. Hal ini tak terlepas dari program revitalisasi pasar rakyat yang getol dilakukan Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara dan didukung DPRD Denpasar. Dari penataan fisik hingga pengelolaan membawa Pasar Agung Peninjoan sebagai salah satu pasar percontohan di Indonesia yang kini pada Tahun 2017 mendapat verifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat. Pasar Agung menjadi salah satu pasar dengan standarisasi terbesar diluar Pulau Jawa yang dilakukan verifikasi SNI Pasar Rakyat Tahun 2017. Hal ini juga tak terlepas dari Pasar Agung menjadi pasar percontohan di Indonesia dengan persyaratan sertifikasi yang telah dilakukan meliputi persyaratan umum terkait papan informasi, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan, ruang menyusui, dan ruang kesehatan. Dari persyaratan ini sudah dipenuhi Pasar Agung, serta pada bulan Desember mendatang siap menjadi SNI Pasar Rakyat Indonesia.
Denpasar Design Center (DDC) menjadi one stop service bagi pelaku industri kecil dan menengah nasional. Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat menyampaikan Denpasar Design Center merupakan salah satu bentuk fasilitas dan layanan Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung pengembangan IKM, terutama terkait desain kemasan, produk, tekstil, dan hak kekayaan intelektual (HKI). untuk memberikan informasi, layanan advokasi, dan konsultasi untuk peningkatan nilai tambah sehingga memperkuat daya saing. Terdapat pula dukungan layanan e-commerce yang akan semakin memudahkan IKM dalam mengakses pasar. Sebagai wadah pengembangan dan peningkatan kualitas desain, DDC juga diharapkan memiliki fungsi marketing bagi produk IKM.
Jentera Kebahagiaan merupakan atma yang selalu ada pada tiap kehidupan manusia. Seperti layaknya naik turun dinamika kehidupan, begitu juga dengan kemilau yang terpancar. Kesuksesan dan kegagalan memiliki sinaran pembelajarannya masing-masing, disinilah semangat jentera satu sama lainnya saling bersinergi. Berputar dan memutarkan setiap kendala mencerahkan solusi, setiap keberhasilan memancarkan inovasi. Jentera Denpasar Festival adalah titik temu waktu, mutu dan bersinergi jitu. Saling berdiskusi, saling berinovasi dan bersama-sama berkarya berkreasi menghasilkan pemikiran dan produk unggul. Menaikkan kualitas, meluaskan kuantitas, dan mementaskan produktifitas (scale up). Tampil dan pancarkan kebersahajaan bahwa semua di Kota Denpasar adalah semua kita dengan seluruh jenteranya masing-masing.
Light Emitting Diode (LED) Videotron Amphitheater Youth Park atau taman pemuda di Taman Kota Lumintang Denpasar. Amphiteater ini merupakan satu paket dengan pembangunan Youth Park, sekaligus merespon seniman serta komunitas di Kota Denpasar yang menginginkan aktualisasi kegiatan mereka. Pascaperesmian fasilitas yang dilengkapi dengan panggung terbuka tempat duduk dengan kapasitas ratusan orang ini, masyarakat bisa memanfaatkan untuk menggelar kegiatan seni budaya dan berbagai inovasi. Tempat yang bisa digunakan untuk menggelar kegiatan pentas teater dan seni budaya ini merupakan suatu terobosan dalam menampilkan informasi-informasi tentang perkembangan Kota Denpasar. Misalnya, informasi pelayanan publik, sejarah, budaya, pendidikan, hiburan masyarakat serta menampilkan film-film hasil karya kreativitas dari komunitas-komunitas anak bangsa yang tentunya dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat yang bersifat nonkomersial.
Tukad Oongan, Kelurahan Tonja, Denpasar. Penataan yang menggunakan konsep taman lansia ini berisi beberapa fasilitas yang ramah bagi para lansia. penataan taman di Sempadan Tukad Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara ini dilaksanakan di atas lahan seluas 1.095 meter persegi.Taman Lansia ini dilengkapi beberapa fasilitas, mulai dari parkir, toilet, ruang edukasi, pusat kuliner, taman, fasilitas vegetasi dan pencahayaan, serta jalur pejalan kaki. karena tempatnya yang jauh dari pusat kota akan membawa ketenangan bagi pengunjung.
Youth Park atau Taman Pemuda yang berlokasi di
kawasan Lumintang Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar
melalui Bagian Ekonomi Kota Denpasar bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (HIPMI) Denpasar dan Para Wirausaha Muda Kota Denpasar akan mengisi
Youth Park ini dengan ragam kreatifitas terutama yang bermanfaat untuk
anak-anak muda Denpasar. Dengan mengusung kegiatan yang
nantinya bersifat mendidik, membangun dan bersifat kreatif, sinergitas antara
Pemkot, HIPMI dan Wirausaha Muda ini diharapkan bisa menghasilkan sebuah
kesatuan persepsi di dalam memulai memprogramkan kegiatan yang bisa
meningkatkan kreatifitas generasi muda Denpasar.
Desa Kertalangu Denpasar ini salah satu desa budaya di Bali. Di desa ini kebudayaan masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Desa Kertalangu Denpasar berada di lahan seluas 80 hektar yang terdiri dari perumahan, areal persawahan dan kebun. Menariknya, terdapat pesona tersembunyi yang mana terdapatnya Tugu Perdamaian Dunia yang dikelilingi patung tokoh-tokoh dunia. Desa Kertalangu dibuat atas dasar pemikiran Bapak Suardhana Linggih pada tahun 2005. Penduduk asli mendukung penuh dan turut berpartisipasi demi memajukan industri pariwisata Bali. Konsep yang diusung ialah sebuah desa yang didekasikan untuk wadah sadar perdamaian, kebudayaan dan hidup berwawasan hijau bagi siapapun di dunia ini. Ada berbagai aktifitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung, dan semua kegiatan telah disediakan oleh pengelola. Aktifitas yang dapat dilakukan di sini diantaranya: menunggang kuda sambil berkeliling, membuat sabun sendiri dan boleh dibawa pulang, mencoba menanam padi. Jogging track, terletak di sekitar areal persawahan. Untuk oleh-oleh ada banyak industri kerajinan hand made di kawasan Desa Kertalangu. Yang hobi memancing, ada kolam pancing dengan alat pancing yang disewakan serta ikan yang dapat langsung dimasak. Anak-anak dapat olahraga yang menyenangkan dengan outbond area. Pementasan seni dan budaya disesuaikan jadwal kunjungan pengunjung. Ada pula fasilitas pelengkap lainnya seperti taman kertalangu, alun-alun, kopi sawah, ganesha park dan lain-lain.
Pemerintah Kota Denpasar merancang pembentukan Kawasan Subak Lestari untuk mewujudkan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Ibu Kota Bali. Pembentukan subak tersebut dapat menahan laju alih fungsi lahan pertanian yang semakin menyusut sehingga produksi pertanian terus menurun, sedangkan tingkat kebutuhan komoditi pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Subak Lestari tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas petani dengan cara bersinergi dengan jaringan distribusi penjual beras dan pengolahan, sehingga semuanya saling terkait dan mendukung.
Sanur Village Fesival berkembang bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya dan mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Kami menyadari potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang. Kreativitas masyarakat memerlukan kalangan dan khalayak pariwisata secara luas, baik lokal maupun internasional. Sanur Village Festival selanjutnya menjadi magnet kuat sebagai suguhan baru sekaligus identitas destinasi pariwisata Sanur. Tentunya kami menyadari, semangat zaman dan persaingan destinasi pariwisata selalu merangsang pertanyaan dan pemikiran. Refleksi dari tuntutan perkembangan itu terus kami formulasikan dalam aneka pemikiran yang dituangkan dalam program-program festival. Sanur Village Festival meletakkan semangat baru dari kesadaran untuk selalu menjaga warisan leluhur. Tema-tema yang mengikat secara emosional membangun kesadaran kami usung sebagai rasa bangga, interopeksi, maupun sensitivitas.
Wisata Sungai Tukad Bindu Bali yang tak jauh
dari pusat Kota Denpasar ini dulunya merupakan kawasan sungai yang kotor penuh
sampah dan lumpur. Semenjak dilakukan pembersihan dan pengelolaan dengan serius
lokasi ini berubah menjadi destinasi yang indah dan menyenangkan. Wisata Sungai Tukad Bindu Bali
bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan bermain air
dan berenang di kawasan sungainya yang bersih. Biasanya saat sore hari sungai
ini ramai oleh anak-anak yang bermain air sambil berenang di kawasan sungai
ini. Pengunjung juga bisa bersantai di tepian sungai sambil menikmati sajian
kudapan. Ada banyak pedangan yang menawarkan makanan dan minuman di sekitar
wisata Sungai Tukad Bindu Bali ini. Tentunya dengan harga yang wajar dan
terjangkau. Untuk yang hobi berfoto selfie ada beberapa spot foto yang asyik untuk
dijadikan spot selfie. Di antaranya ada jembatan yang diapit rangkaian bambu
menjulang tinggi. Wisatawan juga bisa menikmati fasilitas fitness. Fasilitas ini cocok
digunakan saat pagi hari. Apalagi udara di kawasan sekitar sungai juga masih
segar dan alami. Olahraga di tengah alam terbuka, sambil menikmati keindahan
Sungai Tukad Bindu pasti lebih menyenangkan.
Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada Denpasar merupakan representasi dari kota tua Denpasar saat ini. Kawasan ini dilatar belakangi bangunan-bangunan tua yang difungsikan sebagai pertokoan. Jajaran pertokoan di Jalan Gajah Mada ini menunjukkan kejayaan kawasan sebagai pusat perdagangan terbesar di Kota Denpasar hingga saat ini. Berbagai simbol-simbol perkembangan kota Denpasar sebagai ibukota provinsi Bali yang dapat ditelusuri dalam satu kawasan ini mulai dari landmark kota denpasar, hotel pertama, serta geliat perekonomian masyarakat.
Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Bali, terletak di pusat kota Denpasar, di Jalan Gajah Mada. tempat ini terbilang sangat lengkap menjual berbagai sarana kebutuhan sehari-hari serta beragam bahan sandang lainnya. Disini terdapat sebuah sungai yang dinamakan sungai/ tukad badung, alirannya seperti membelah atau menjadi pembatas antara pasar Badung dan pasar seni Kumbasari, walaupun hanya berupa sebuah pasar, namun kawasan ini cukup menarik untuk dikunjungi, apalagi penghobi wisata belanja. Sebagai yang terbesar serta terlengkap, maka pasar Badung ini menunjukkan geliatnya selama 24 jam tidak pernah berhenti. Areal parkir baik untuk mobil dan sepeda motor cukup luas, walaupun pada hari-hari tertentu saat menjelang hari raya keagamaan selalu penuh sesak. Barang-barang kebutuhan ditawarkan dengan harga terjangkau, didatangkan langsung dari pusat produksi. Beberapa barang yang dijual di pasar ini antara lain, segala jenis pakaian, termasuk pakaian adat Bali, perlengkapan upacara keagamaan dan sembako.
Omed-omedan
adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar
Selatan, Denpasar yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah
Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru
saka. Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, namun telah berlangsung lama
sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun. Omed-omedan
melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30
tahun dan belum menikah. Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan
bersama untuk memohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua
kelompok, laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi
saling berhadapan di jalan utama desa. Dua kelompok Setelah seorang sesepuh
memberikan aba-aba, kedua kelompok saling berhadapan. Peserta upacara ini
terdiri dari 40 pria dan 60 wanita. Sisa peserta akan dicadangkan untuk
tahap berikutnya. Cara omed-omedan ini adalah tarik-menarik menggunakan
tangan kosong antara pria dan wanita dan disirami air. Upacara ini dilakukan
hingga jam 17.00 waktu setempat.